[SKRIPSI] Pengaruh Fumigasi Fosfin (PH3) dan Lama Penyimpanan Terhadap Serangga Hama Pada Lima Gudang Biji Kakao (Theobroma cacao Linnaeus) (Malvales:Malvaceae)
Pengaruh Fumigasi Fosfin (PH3) dan Lama Penyimpanan Terhadap Serangga Hama Pada Lima Gudang Biji Kakao (Theobroma cacao Linnaeus) (Malvales:Malvaceae)
Patra Anggana Palayukan, Melina, dan Fatahuddin
(bluespatra@gmail.com)
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin
ABSTRAK
Kakao merupakan komoditas andalan ekspor hasil perkebunan yang utama di Indonesia. Namun, kualitasnya masih rendah karena serangan hama dan cendawan pada saat penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serangga hama yang menyerang biji kakao dan mengetahui pengaruh fumigasi fosfin (PH3) dan lama penyimpanan terhadap serangga hama pada lima gudang penyimpanan kakao. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor A adalah fumigasi dan nonfumigasi serta faktor B adalah lama penyimpanan selama 0 bulan (pengamatan langsung), 1 bulan, dan 2 bulan, dengan 5 ulangan. Fumigasi dilakukan dengan menggunakan senyawa fosfin selama 5 hari dengan konsentrasi 3 g/m3 . Pengamatan dilakukan dengan melihat dari populasi serangga hama, persentase biji berserangga, persentase biji yang bercendawan, dan persentase biji yang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies serangga-serangga hama yang mengkontaminasi biji kakao di beberapa gudang penyimpanaan kakao adalah Cryptolestes ferrugineus (Stephens), Araecerus fasciculatus (De Geer), dan Oryzaephilus surinamensis (Linnaeus). Perlakuan fumigasi dengan menggunakan fosfin (PH3) dapat menurunkan populasi serangga hama, persentase biji berserangga, dan persentase biji bercendawan. Perlakuan lama penyimpanan biji kakao meningkatkan populasi serangga hama dan persentase biji berserangga, namun menurunkan persentase biji bercendawan.
Kata kunci : biji kakao, fumigasi, fosfin, lama penyimpanan
Komentar
Posting Komentar